Profil KH Husein ilyas Mojokerto yang banyak orang tidak tahu

(Last Updated On: Maret 29, 2024)

Gus Ilyas masih hidup apa sudah wafat ?

Dari informasi langsung jamaah pengajian tiap jumat di Mojokerto yaitu H. Mustofa. Gus Ilyas atau KH Husein Ilyas, sudah berusia 95+ tahun. Alhamdulillah sampai detik ini tanggal 12 Mei 2023, masih sehat segar bugar. Dan masih rutin mengadakan pengajian di desa Karangnonggko.

Siapa sebenarnya KH Husein Ilyas Mojokerto dan apa kontribusinya di masyarakat?

KH Husein Ilyas Mojokerto adalah seorang ulama dan tokoh agama Islam yang berasal dari Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Beliau lahir pada tanggal 20 Desember 1942 . KH Husein Ilyas Mojokerto dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan dakwah dan pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Kontribusi KH Husein Ilyas Mojokerto di masyarakat sangat besar, terutama dalam pengembangan pendidikan Islam. Beliau mendirikan beberapa pondok pesantren di Jawa Timur dan Bali, seperti Pondok Pesantren Nurul Huda, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Pondok Pesantren Al-Fatah, dan Pondok Pesantren Al-Khoirot.

Selain itu, KH Husein Ilyas Mojokerto juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan, seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua MUI Jawa Timur.

KH Husein Ilyas Mojokerto juga dikenal sebagai penulis buku dan tulisan-tulisan keagamaan. Beberapa buku yang pernah ditulisnya antara lain “Manajemen Pendidikan Pesantren”, “Membangun Generasi Qur’ani”, dan “Membangun Masyarakat Islami”.

Dengan kontribusinya di bidang pendidikan dan keagamaan, KH Husein Ilyas Mojokerto dihormati dan diakui oleh banyak orang, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Beliau dianggap sebagai salah satu tokoh Islam terkemuka yang berperan penting dalam perkembangan Islam di Indonesia.

Bagaimana perjalanan karir KH Husein Ilyas Mojokerto dalam dunia keagamaan?

KH Husein Ilyas Mojokerto memulai perjalanan karirnya dalam dunia keagamaan sejak masih muda. Beliau tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang religius dan menghargai pendidikan. Pendidikan formal pertama yang diterima oleh KH Husein Ilyas Mojokerto adalah di Sekolah Dasar Negeri di desanya. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan di Pesantren Langitan, Jember.

Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, KH Husein Ilyas Mojokerto melanjutkan studinya ke Universitas Islam Indonesia (UII) dan berhasil meraih gelar sarjana muda dalam bidang Pendidikan Agama Islam pada tahun 1965. Kemudian, beliau melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar, Mesir, dan meraih gelar sarjana dalam bidang Usuluddin pada tahun 1970.

Setelah menyelesaikan studinya di Mesir, KH Husein Ilyas Mojokerto kembali ke Indonesia dan aktif dalam berbagai organisasi keagamaan, seperti PBNU, MUI, dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Beliau juga mendirikan beberapa pondok pesantren di Jawa Timur dan Bali, yang menjadi tempat belajar dan pengembangan bagi para santri.

Selama berkarir dalam dunia keagamaan, KH Husein Ilyas Mojokerto sering diundang sebagai pembicara dan penasihat dalam berbagai forum nasional dan internasional. Beliau juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti membantu korban bencana alam dan memperjuangkan hak-hak kaum minoritas di Indonesia.

Dengan perjalanan karirnya yang panjang dan prestasi yang dihasilkan dalam bidang keagamaan, KH Husein Ilyas Mojokerto dianggap sebagai salah satu ulama terkemuka di Indonesia dan dihormati oleh banyak orang.

Apa pesan-pesan yang disampaikan oleh KH Husein Ilyas Mojokerto dalam dakwahnya?

 

KH Husein Ilyas Mojokerto dalam dakwahnya menyampaikan beberapa pesan-pesan penting kepada umat Islam dan masyarakat pada umumnya. Berikut adalah beberapa pesan yang sering disampaikan oleh beliau:

  1. Cinta dan kasih sayang: KH Husein Ilyas Mojokerto menekankan pentingnya cinta dan kasih sayang dalam menjalin hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam sekitar. Beliau mengajarkan agar umat Islam menjalankan agama dengan penuh cinta dan mengedepankan sikap kasih sayang dalam berinteraksi dengan sesama.
  2. Keadilan dan kesetaraan: KH Husein Ilyas Mojokerto mendorong umat Islam untuk mengamalkan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan. Beliau menekankan perlunya menghormati hak-hak semua individu tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau status sosial.
  3. Toleransi dan kerukunan: Beliau mengajarkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. KH Husein Ilyas Mojokerto menyampaikan bahwa Islam mengajarkan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dengan damai dengan umat beragama lain.
  4. Kepedulian sosial: Beliau mendorong umat Islam untuk memiliki keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. KH Husein Ilyas Mojokerto mengajarkan pentingnya berperan aktif dalam membantu meringankan penderitaan sesama, terutama mereka yang kurang mampu atau menjadi korban bencana.
  5. Pendidikan Islam yang berkualitas: KH Husein Ilyas Mojokerto sangat vokal dalam memperjuangkan pendidikan Islam yang berkualitas. Beliau menyadari pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter dan membangun generasi yang berakhlak mulia serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Pesan-pesan yang disampaikan oleh KH Husein Ilyas Mojokerto ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang harmonis, adil, dan memiliki semangat kebaikan. Pesan-pesan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang, keadilan, toleransi, dan kedamaian.