6 Objek Wisata yang Cocok Untuk Wisata Keluarga di Mojokerto

Berwisata memang sangat menyenangkan, terlebih lagi jika berwisata bersama orang yang anda cintai. Keluarga misalnya. Tapi sering kali kita bingung wisata apa yang cocok untuk keluarga. Nah jangan khawatir! Di Mojokerto wisata untuk keluarga tersedia banyak sekali. Tapi bukan berarti wisata ini juga tidak boleh dikunjungi oleh anda yang sedang tidak bersama keluarga hehe. Nah langsung saja berikut 6 objek wisata yang cocok untuk wisata keluarga.

Taman Ghanjaran

Berlokasi di Dsn. Sukorame, Ds. Ketapanrame, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto. Tempat ini sangat cocok untuk wisata keluarga karena komplit, ada taman yang lumayan luas, pujasera, serta wisata bermain anak-anak.

Taman disini memiliki tempat yang bersih dan beberapa gazebo untuk bersantai dan makan bersama keluarga bagi anda yang membawa bekal dari rumah. Sementara pujasera sendiri menyediakan banyak menu makanan dan minuman. Jadi anda tidak perlu khawatir. Disana juga banyak macam-macam cemilan loh! Dan untuk wisata bermain anak, ada ATV, komedi putar dan ada atraksi ‘Tong Edan’. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

Wisata Air Terjun Grenjengan Pacet Tak Lagi Sepi

Sebenarnya daerah Pacet Mojokerto mempunyai banyak sekali wisata Air Terjun. Untuk Anda yang belum tahu wilayah Pacet berada di mana? Tepatnya ada di Mojokerto, Jawa Timur. Mojokerto sendiri merupakan daerah penyangga Kota Surabaya. Diketahui ada lebih dari 5 air terjun yang berada di gunung pawitra maupun kaki gunung Welirang.

Air Terjun Grenjengan

Dan kali ini, Mojokerto Post akan membahas tentang salah satu air terjun bernama Air Terjun Grenjengan. Air terjun ini letaknya ada di desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto dan berdekatan dengan  2 tempat wisata lain yaitu, air terjun Coban Canggu dan pemandian air panas pacet.

Sebenarnya orang-orang tidak banyak memilih tempat wisata ini dan lebih memilih ke pemandian air panas, tapi bukan berarti air terjun grenjengan tidak punya pesona yang indah. Justru keadaan yang sepi pengunjung membuat tempat ini punya pesona dengan ketenangan, keasrian yang membuat pikiran dan hati merasa lebih nyaman. Lokasi wisata Air Terjun grenjengan juga bebas dari sampah. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

Wisata Alam, Outing di Bukit Watu Jengger Mojokerto, Sudah pernah kesini ?

Apakah Anda punya rencana berakhir pekan dengan melakukan kegiatan hiking? Maka tidak ada salahnya untuk mencoba jalur Bukit Watu Jengger Mojokerto. Lokasinya ada di hutan Jatirejo, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur.  meskipun ketinggiannya tidak terlalu ekstrem tapi pemandangannya tidak kalah indah bukit-bukit yang lebih tinggi. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau mulai dari Rp10.000 dan parkir kendaraan bermotor Rp5.000.

Percayalah, liburan dengan cara yang berbeda itu ampuh menghilangkan penat dari rutinitas pekerjaan. Tapi saran saya sisakan waktu 1 hari libur Anda jika belum pernah mencoba pendakian. Sebagai antisipasi, karena jika belum terbiasa maka badan Anda akan terasa pegal-pegal.

Rute Perjalanan

Jika kita berangkat dari arah Candi Tikus, maka kita ambil arah jalan menuju Wonosalam. Nanti saat masuk Kecamatan Jatirejo ada persimpangan Desa Lebak,  dari situ kita bisa mengikuti jalan sampai ke ujung Desa Nawangan. Saat berkendara di sini sebaiknya hati-hati karena jalannya naik turun dan belum diaspal. Setelah itu kita juga akan melewati jalan bebatuan sampai menemukan tanda panah arah Bukit Watu Jengger. Tidak lama dari situ kita akan memasuki pedesaan wisata Bukit Jengger Mojokerto yang juga dijadikan lahan parkir kendaraan. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

Ini dia Tempat Rekreasi Anak di Pacet Trawas Mojokerto

Kali ini kita akan membahas tempat wisata atau tempat rekreasi cocok untuk anak atau keluarga yang jarang terekspos baik di Pacet maupun Trawas. Ada apa saja ya Apa kamu pernah ke sana.

Taman Kelinci Padusan, Pacet

Tempatnya ada di Jl. Air panas No.31, Pacet, Padusan, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Jam bukanya berbeda saat weekday dan weekend.Untuk hari Sabtu dan Minggu buka dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Sedangkan hari Senin sampai hari Jumat mulai dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore.

Tempat ini sangat cocok untuk rekreasi bersama keluarga karena di sini juga merupakan wisata edukasi. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

5 Tempat Wisata Untuk Liburan di Tretes Mojokerto

Tretes masuk wilayah Prigen Pasuruan Jawa Timur Jadi bukan wilayah Mojokerto.  tepatnya 60 KM di sebelah Selatan Kota Surabaya.

dulu sejak zaman penjajahan, Tretes sering digunakan  penduduk Surabaya untuk tempat beristirahat, dengan alasan cuacanya sejuk dan punya alam yang indah.  saja karena wilayah Tretes ini berada tepat di kaki Gunung Arjuno Welirang.

Jika ingin berkunjung ke tempat wisata yang ada di Tretes kita bisa menggunakan angkutan kota dari terminal Pasuruan ke Prigen.  dan Jika ingin menggunakan mobil kita bisa memilih jalur selatan atau jalur Utara. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

Spot Selfie Bagus di Candi Brahu Trowulan Mojokerto

Situs bersejarah memang selalu menarik karena selain indah, ia memiliki ceritanya sendiri. Jika anda berjalan-jalan ke Mojokerto khususnya di kawasan Trowulan, anda tentu wajib mampir ke situs-situs bersejarah yang ada. Karena kawasan trowulan memang terkenal dengan berbagai macam situs bersejarah. Disini nantinya anda akan berwisata dan belajar mengenai sejarah yang ada. Nah salah satu peninggalan sejarah yang ada yakni Candi Brahu. Langsung saja yuk disimak!

Lokasi

Berlokasi di Jl. Candi Brahu No.73, Siti Inggil, Bejijong, Kec. Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Untuk sampai ke lokasi ini anda bisa melalui Mojokerto atau Jombang, karena tempat ini berada di antara Mojokerto dan Jombang. Jika dari pusat kota Mojokerto atau Jombang hanya menghabiskan waktu 15 menit – 30 menit saja. Cukup dekat bukan? Selain itu, Candi Brahu ini tidak jauh loh dari candi Gentong. Jadi anda bisa mengunjungi 2 tempat ini sekaligus.

Harga tiket

Harga tiket untuk bisa masuk ke Candi Brahu ini, anda hanya dibandrol Rp5.000 saja serta membayar parkir. Harga yang cukup murah untuk sebuah keindahan dan pelajaran sejarah. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

Air Zam-Zam di Candi Jolotundo Mojokerto, Ini Faktanya!

Sering banget kan kita denger nama Jolotundo? Kalau kalian tidak pernah dengar, kini anda wajib mendengarnya haha. Tapi kalau anda memang sudah pernah dengar, coba cek lagi dan tambah pengetahuan anda dengan beberapa fakta unik yang kita rangkum tentang Candi Jolotundo. Nah berikut faktanya!

Bukan Candi, Apalagi Air Terjun!

Yaps betul! Sebenarnya Jolotundo bukan candi, apalagi air terjun, tapi merupakan petirtaan atau bisa dibilang wisata air sekaligus sejarah. Disebut Candi Jolotundo karena memang memiliki banyak beberapa candi disana. Karena masih dianggap tempat suci dan sakral, masyarakat yang berkunjung ke sini seringkali menaruh dupa dan sesajen untuk berdoa kepada leluhur.

Saat tiba di lokasi, anda akan melihat beberapa candi dan gapura penuh ukiran. Lalu saat masuk ke kawasan petirtaan, pepohonan yang rimbun mengelilingi sekitar, membuat udara menjadi  lebih segar. Lebih ke dalam lagi pemandangannya menjadi sangat indah. Suasana bekas kerajaan pun akan mulai terasa. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

3 Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit di Mojokerto

Candi merupakan salah satu peninggalan sejarah. Namun kerajaan-kerajaan terdahulu juga tidak hanya memiliki peninggalan candi saja, ada prasasti, alat-alat makan terbuat dari emas, dll. Karena Mojokerto merupakan daerah kekuasaan Majapahit dulunya, itu mengapa disini banyak peninggalan Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit sendiri merupakan kerajaan Hindu – Buddha terbesar di Jawa. Maka tidak heran jika di kawasan Mojokerto khususnya Trowulan banyak peninggalan candi bercorak agama Buddha. Candi sendiri merupakan sebuah bangunan pada jaman dahulu pernah difungsikan. Bisa jadi dulunya dipakai untuk mandi, dipakai untuk menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan, tempat ibadah, gapura, dan sebagainya. Hanya karena dia peninggalan kerajaan dan sudah pada jaman dahulu, maka bangunan tersebut disebut candi.

Oke langsung saja, berikut ini 3 candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang ada di Mojokerto. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

4 Wisata Candi di Mojokerto yang Harus Kamu Kunjungi!

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu – Buddha terbesar di Jawa. Nah wilayah kerajaannya itu meliputi Mojokerto juga. Maka tidak heran jika di kawasan Mojokerto khususnya Trowulan, banyak peninggalan candi bercorak agama Buddha. Tapi selain di Trowulan juga ada di tempat lain loh! Di Ngoro misalnya.

Candi sendiri merupakan sebuah bangunan pada jaman dahulu pernah difungsikan. Bisa jadi dulunya dipakai untuk mandi, dipakai untuk menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan, tempat ibadah, gapura, dan sebagainya. Hanya karena dia peninggalan kerajaan dan sudah pada jaman dahulu, maka bangunan tersebut disebut candi. Nah langsung saja berikut candi di Mojokerto yang perlu kamu kunjungi!

Candi Bajang Ratu

Bajang Ratu berasal dari kata Ratu Bajang atau Ratu Bujang. Ratu disini maksudnya adalah bangsawan atau Raja. Sementara Bajang atau Bujang maksudnya masih kecil / cacat / atau masih sangat muda. Ini melambangkan Raja Jayanegara yang merupakan Raja kedua Kerajaan Majapahit yang dinobatkan saat usianya masih muda. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook

Wisata Candi Mojokerto – Candi Bajang Ratu Mojokerto

Candi sendiri merupakan sebuah bangunan pada jaman dahulu pernah difungsikan. Bisa jadi dulunya dipakai untuk mandi, dipakai untuk menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan, tempat ibadah, gapura, dan sebagainya. Hanya karena dia peninggalan kerajaan dan sudah pada jaman dahulu, maka bangunan tersebut disebut candi.

Sejarah Candi Bajang Ratu

Bajang Ratu berasal dari kata Ratu Bajang atau Ratu Bujang. Ratu disini maksudnya adalah bangsawan atau Raja. Sementara Bajang atau Bujang maksudnya masih kecil / cacat / atau masih sangat muda. Ini melambangkan Raja Jayanegara yang merupakan Raja kedua Kerajaan Majapahit yang dinobatkan saat usianya masih muda. Selain itu juga konon katanya Raja Jayanegara pernah terjatuh di candi ini yang mengakibatkan ada luka atau cacat pada tubuhnya. Maka dari itu candi ini dinamakan Candi Bajang Ratu untuk menghormati Raja Jayanegara yang sudah wafat pada sekitar tahun saka 1250 atau tahun 1328 masehi.

Sementara untuk Candi Bajang Ratu ini merupakan bangunan abad ke – 14. Candi Bajang Ratu juga bisa disebut Gapura Bajang Ratu yang selesai dipugar dan diresmikan pada tahun 1992 oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Oke selengkapnya anda bisa simak berikut ini. Selengkapnya

Share ke Whatsapp & Facebook